Suami Istri Belum Sempat Mandi Junub sampai Imsak Tiba, Bisa Lanjut Puasa? Simak Penjelasannya

Ada beberapa hal yang bisa membatalkan puasa saat Ramadhan. Maka dari itu butuh pemahaman lebih untuk memaknai hal tersebut. Dengan demikian, momen Ramadhan 2022 dapat dijalani dengan baik.

Ketua Prodi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir UIN Raden Mas Said, Tsalis Muttaqin Lc MS, menjelaskan soal suami istri yang terlanjur tidak mandi besar ketika imsak tiba setelah berhubungan badan karena ketiduran. "Apakah batal puasanya?" ujarnya. Ia menuturkan, berdasarkan mazhab Imam Syafi'i, hal tersebut tidaklah batal.

Karena hubungan suami istri dilakukan malam hari saat tidak melaksanakan puasa. Meski begitu, keduanya wajib mandi besar dan kemudian melaksanakan salat Subuh. "Menurut mazhab Imam Syafi'i, puasanya tidak batal."

"Karena terjadinya hubungan seksualitas antara suami istri itu kan terjadi pada malam hari sebelum puasa." "Tidak batal, tapi dia tetap wajib mandi terus melanjutkan dengan salat Subuh," tandas dia. Hal itu lantas berbeda dengan seseorang melakukan hubungan badan secara sengaja saat masih berpuasa Ramadhan.

Tsalis Muttaqin mengungkapkan, seseorang tersebut harus membayar kafarrah sebagai gantinya. Yakni bisa dengan cara membebaskan budak perempuan Muslim. Namun, jika tidak ada, hal itu bisa diganti puasa dua bulan berturut turut atau memberi makan 60 orang fakir miskin.

"Ketika ada seseorang yang berpuasa Ramadhan, dia melakukan hubungan suami istri, layaknya hubungan suami istri yang dengan hubungan nyata seperti itu, maka dia tidak hanya batal puasanya, dia tidak hanya berdosa, tapi, dia juga wajib membayar kafarrah, membayar tebusan." "Yaitu nanti setelah bulan Ramadan dia harus memerdekakan budak perempuan muslimah, kalau ada." "Kalau ndak ada, maka dia harus berpuasa dua bulan berturut turut untuk menebus dosanya itu."

"Dan kalau dia tidak mampu, maka dia harus memberi makan pada 60 orang fakir miskin, yang satu orangnya itu satu mud." "Mud itu kalau diukur timbangan, yaitu sekitar enam ons setengah," jelasnya. Bulan suci Ramadhan merupakan bulan untuk beribadah sebanyak banyaknya, di mana puasa menjadi satu di antara ibadah yang diwajibkan.

NAWAITU SHAUMA GHODIN 'AN ADAA'I FARDHI SYAHRI ROMADHOONA HAADZIHIS SANATI LILLAHI TA'ALA Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala.

Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin Artinya: Ya Allah keranaMu aku berpuasa, denganMu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat MU, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih.

Usholli Sunnatat taraawiihi rok'ataini mustaqbilal qiblati ma'muuman lillaahi ta'alaa Artinya: Saya niat salat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala

USHOLLII SUNNATAT TARAAWIIHI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAAHI TA'ALAA Artinya: Saya niat salat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala

USHOLLI SUNNATAL WITRI TSALAATSA RAKA'AATIN MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN MA'MUUMAN LILLAAHI TA'ALA Artinya: Saya niat salat witir tiga rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala.

Leave a Reply

Your email address will not be published.